Selang beberapa waktu aku terapi batinnya. Yah… buat menghilangkan pusing eh malah pusing. Bokep Kuangkat kembali karena aku tidak tega bila hal itu dilakukan. Sampai saat ini aku tidak terlalu ambil pusing dengan kebisaanku, yang penting orang itu bahagia atau senang bila aku beri jalan keluar, yah sudah aku pun senang tanpa pamrih apapun.“Aku panggil mbak atau apa nih supaya kita dapat berbicara lebih santai?”“Yah Ayu saja…” sambil dilulurkan tangannya padaku.Tanpa kusadari aku balik telapak tangannya kemudian aku bicara tentang garis hidupnya dari nasib, rejeki, jodohnya. Aku pikir lebih jauh. Akhirnya kusuruh dia untuk mandi besar dengan kembang yang kubawa, dan aku disuruh untuk menunggu di kamar tamu.Sekitar 20 menit aku dapati di hadapanku seorang wanita yang bersih dan cantik secara alami.




















