tiga senti.. Aku kira umurnya paling banter baru 17 atau 18 tahun.“Sugeng dalu (selamat malam) mbah..” katanya agak bergetar. Bokep Tangannya menyisir rambutnya, dan membetulkan bajunya yang awut-awutan. pikirmu si Suminem kuwi bocah nakal tukang goda wong lanang? lalu bagaimana Mbah? Aku jadi kesal: “buka mulutmu Nduk, terima saja. Dia tampak bingung sehingga harus kubantu. Kasihan sekali kowe Nduk”.Sekarang aku mengangkat tubuhnya yang sudah lemas dari atas meja, dan dengan lembut membimbingnya ke dipan yang ada di sudut. Begitu ramainya sampai akhirnya halaman depan rumahku dijadikan pangkalan ojek. Jelas ini tempik (istilah khas daerahku) yang belum pernah dijamah laki-laki.




















