Lalu saya merasa lemas sekali. Video bokep Namun ada seseorang lagi bersama dua orang centeng itu. “Tapi aku juga ngerti, kamu nggak mungkin bisa hidup bareng aku.” lanjutnya lagi. Bola matanya tampak tajam menatap dua buah dada saya. “Von, susu kamu indah sekali.” bisiknya dengan suara setengah merintih. Saya melepaskan susunya dari tangan saya.“Kok berhenti?” tanyanya sambil kembali membuka mata. Ia menyuruh saya berdiri dan menjauh dari ranjang. Saya terdiam, dan tanpa sadar air mata mengalir di pipi saya.“Aku tahu apa yang ada di hati kamu, Von.” ujar Jenny membaca situasi. Saya merasa dikagumi, diperhatikan, dan dicintai. Saya menurut saja, meski merasa agak gila. Terlihat sebuah mobil mewah berwarna hitam sedang terparkir di depan kantor. Sebuah perasaan yang tidak pernah saya dapatkan dari siapapun kecuali orang tua saya.




















