atau besok mayatmu sudah ditemukan di laut sana… paham?”
“ton.. Bokep Wajahnya sampai terlempar karena aku menamparnya cukup keras.“Silakan menjerit… ini ruangan kedap suara… ayo… menjeritlah…”, ejekku kesenangan.Segera kulebarkan pahanya, kuelus permukaan kemaluannya dengan lembut dan berirama. ke… napaa.. Hmm… beruntung sekali calon suaminya. Kami terkulai lemas. terserah kamu ton..”“Nggak.. Sepanjang perjalanan wajahnya pucat dan sesekali memandangiku, seolah minta dikasihani.“Jangan mencoba membuat gerakan macam-macam… atau kamu kulempar ke jalan… mengerti?” ancamku lagi sambil berganti posisi.Aku mengambil alih kemudi. Kubalik dia, sehingga sekarang posisinya di atas.“ton.. Kami berdua ngos-ngosan. Hitung-hitung balas budi. Ada-ada saja kamu… Hei… kamu jangan bertingkah lagi ya… jangan sampai kesabaranku hilang. Dia sudah tidak melakukan perlawanan apa-apa, pasrah. Tapi dia tidak menyadari itu, karena aku tahu dia tidak akan suka.



















