Aku merebahkan tubuhku. Enak, sayang…” desahnya.Aku terusmelakukannya dan aku juga merasakan kenimatan. Bokep Tak lama, penis itu mengecil dan Dodi melepas kepalaku.“Terima kasih, Ma,” bisiknya.Aku tersenyum. Temanku itu terperanjat. Sebelah tangannya mengelus-elus klitorisku. Kami tak bersuara sedikitpun. Tapi jika Dodi yang mengatakan itu, pasti orang tanda tanya. Tak lama, penis itu mengecil dan Dodi melepas kepalaku.“Terima kasih, Ma,” bisiknya.Aku tersenyum. Saat aku membenahinya, aku mendengar suara bel berbunyi. Dodi justru sudah memiliki sebuah mobil sedang, walau bekas. Dodi masih di kamar mandi membersihkan dirinya.***Selalu saja Dodi hampir keceplosan. Kulihat wajah Dodi tertunduk lesu.“Kalau saja…”“Ya sudah.




















