Sementara perampok yang mendekapnya berusaha mencium pipi sang putri yang putih mulus itu dari belakang.“Bangsat!! Bokep alot kang, susah masuknya.” “Iya, namanya juga masih perawan, tekan aja terus.”‘Mr. Lidah itu lalu menelusuri belahan ‘Memek’ Putri Tribuana. ‘Mr. kami rela dipancung kok, asal bisa menikmati tubuh tuan putri.” kata perampok yang satu sambil tangannya secara kurang ajar meremas-remas payudara Putri Tribuana yang masih tertutup baju. oohh.. Perampok itu tampak nafsu sekali meremas susu setengah ranum itu.Kadang mulutnya menyedut-nyedot puting susunya, lalu tangan yang satunya memilin-milin puting susu satunya. edan tenan, bener-bener daun muda ini, putri keraton lagi.” Sementara dua orang perampok yang menggarap Putri Tribuana Tungga Dewi mulai melepas pakaian mereka hingga telanjang bulat.




















