Hemm langsung aku pindahkan ke dalam sebuah koper besar yang sudah kusiapkan dibagasi.Lalu meluncurlah Kudaku menuju apartemant. Bokep Mmmpphh.. Kalau enggak aku lakban lagi mulutmu!!” ancamku seraya bersiap-siap merobek lakban.. Haa..!”Sejenak wajah cantik yang agak tenang itu berubah khawatir.. Lekuk bodinya yang sangat gitar itu sangat merangsang. “Lapar yaa?”
Miranda hanya mengangguk.. Di kamar itu sudah aku siapkan kamera ccTV yang sangat kecil terpasang tepat menyoroti tempat tidur sehingga aku dengan mudah memonitor keberadaannya dari kamar tidurku.Malam itu aku membiarkan Miranda ‘menikmati’ keberadaannya di kamar itu. Aku mulai mengenalnya dalam sebuah pertemuan, dia adalah supervisor bagian valas disebuah bank terkemuka di ibukota. Kamu tidak nakal di rumah khan??” sapaku. “Mmmpphh..




















