Sambil berpakaian ia bertanya, “Bagaimana dengan ujian saya pak?”. “Ayolah, masa kau tega menolak ajakanku, padahal dengan pak Hr saja kau mau!”. Bokep Aku pun dengan malas bangkit dan mengumpulkan pakaiannya yang berserakan di lantai. Nafasku yang tinggal satu-satu bercampur dengan bunyi nafasnya yang berat. Sungguh ironi memang, aku mendapatkan kenikmatan seperti ini bukan dengan orang yang aku sukai. Gemas sekali nampaknya dia. Persetan dengan tubuhku yang masih telanjang bulat.Pak Hr kemudian bangkit berdiri, ia menyulut sebatang rokok. Oh, yang mau minta ujian lagi itu ya?”. “Aku..? Gemas sekali nampaknya dia. Sambil berpakaian ia bertanya, “Bagaimana dengan ujian saya pak?”. Pak Hr berjalan mendekatiku, tangannya meraih kunciran rambutku dan menariknya hingga ikatannya lepas dan rambutku bebas tergerai sampai ke punggung. Seluruh wajahku terasa panas, kedua kakikupun terasa gemetar.Pak Hr seperti diberi kesempatan emas.




















