Mendekati pagar, segera ku buka sendiri agar aku bisa mencari taksi untuk membawaku ke tempat Alex.Tiba-tiba, sebuah mobil sedan hitam mendekatiku, Toyota Camry, elegan sekali, lalu kaca jendelanya turun di bagian sopir. “Yup, kita patungan hingga dua puluh lima juta, dan Alex memperbolehkan kami menggangbangmu untuk malam ini”, jawab pria lainnya lagi.Aku ketakutan, melihat mereka yang sudah nafsu, kakiku semakin lemas. Bokep Herman lalu mendekatiku lalu juga mencium keningku, “Cepat sembuh ya sayang”, katanya. Aku masih ketakutan, Alex terus menelponku, hp sengajaku silent kan agat tidak berisik. Beberapa saat Alex tidak membalas, namun tiba-tiba ia menelpon, aku tidak berani mengangkatnya. Mungkin ia beronani ketika aku tertidur pulas. Tubuhku lelah, aku terbaring di kasur dengan suhu badan yang cukup tinggi. Mereka membiarkan ku terkapar, dengan penuh muntahan di sekitar wajahku dan mengotori rambutku.




















