Anehnya tudingan itu justru datang dari kaumku, perempuan, terutama yang bersuami, yang tahu perkecananku.Lebih kejam lagi tuduhan bahwa karier dan rezekiku kudapat dengan membaterkan tubuh. Bokep Pinggulku masih kencang, payudaraku masih kenyal (aku kan wanita, boleh dong membanggakan ini..). Sebutan hypersex, nympho, lajang gatal, pelahap kontol, penghirup mani, ratunya seni masturbasi. Tak ada yang sifatnya illegal.Okelah, itu tadi yang sopan. Mengapa tidak. Tubuh kita dan gairah kita adalah milik kita. Idem ditto, tapi bisa dihitung dengan jari, itupun lakinya cuma satu, tapi ceweknya lebih dari satu. Itu lajang sebagai hasil konstruksi masyarakat bahwa setiap perempuan harus bersuami, rela disetubuhi dan dibuahi kapanpun, dan itu merupakan contoh buruk dalam kehidupan wanita modern.,,,,E N D




















