Setelah sampai diwarung tante Susi, terlihat warungnya sangat sepi sekali gak seperti biasanya yang sangat ramai dengan pembeli. Ketika aku mengambil bungkus rokokku, ternyata isi rokokku sudah habis lalu dengan cepat aku melihat jam. Bokep Keringat mulai membasahi badanku dan badan tante Susi. “Mas Roy.., burungnya bangun ya..?”
“Iya tante.., Aah jadi malu.., habis aku lihat tante seperti ini mana harum lagi, jadi nafsu Tante..”
“Aaahhh gak papa kok mas Roy itu wajar..”
“Eeehhh ngomong-ngomong mas Roy kapan mau nikah..?”
“Aaahhh belum terpikir tante..”
“Yaaah.., kalau mau nikah harus siap lahir batin lho.., jangan kayak mantan suami tante.., gak bertanggung jawab kepada keluarga.., nah akibatnya sekarang tante harus bersetatus janda. Tante Susi menjerit sambil secara reflek memelukku.




















