Akhirnya aku temukan Evi sedang duduk seorang diri di teras bungalow. Begitulah setiap hari kami lalui berdua, tanpa komitmen apapun dan tidak lebih dari hanya sekedar pegangan tangan, cium kening, saling ngegombal satu sama lain. Bokep Malam semakin larut, kamipun sudah kelelahan dan akhirnya malam itu ditutup dengan mencari tempat tidur masing-masing. Bilapun setiap saat kami bertemu pandang, Evi langsung cepat-cepat menghidari pandangan mataku.Maafkan aku Evi…aku begitu menikmati hari-hari sepiku bersama Tia, juga bersama kamu. di sana pula aku berkenalan dengan Tia, seorang gadis yang cantik, berbadan tinggi sintal dan berkepribadian menarik. Tentu saja dia cemberut sampai mukanya dilepat-lipat jadi tujuh.Sesekali aku hanya bisa mencuri-curi pandang ke arah Evi yang matanya juga tidak pernah lepas menatap setiap gerak gerikku dan Tia.
















