Tempat ini sejarah bagiku. Itu saja. Bokep Aku termenung sejenak berjongkok di depan mesin ATM itu. Setelah ia merapihkan celanaku, ia membereskan pakaiannya sendiri yang berantakan. Aku merasa benar-benar mencintainya. Aku termenung sejenak berjongkok di depan mesin ATM itu. Dan kami pernah membicarakan hal itu.Jam 15.00 ditelan kesibukanku, aku telah melupakan Felly. “Duduklah dulu, kopimu sedang dibuatkan.”
Masih pura-pura lesu, aku kembali ke tempat duduk asalku.“Kamu kenapa lagi Rick?” Felly bertanya dengan lembut. Sangat berbeda dengan ketika kukenal ia 2 tahun yang lalu. Aku berpikir bahwa apa yang kulakukan dengan Indri tadi pagi dapat melupakan semuanya. Terus terang hal terakhir yang kubutuhkan saat ini adalah berbicara dengannya. Suasana yang hiruk-pikuk di sana bukan merupakan gangguan pada penatnya tubuhku yang bukan main, sehabis dicabik-cabik seharian oleh monster-monster kapitalis lapar itu.Memang sebagian orang menyangka hidupku enak, mungkin




















