Ketika ujung gagang telephone telah diangkat ke telinganya terdengar suara lelaki yang sudah sangat diakrabinya. Tapi itu tak perlu, karena aku tak akan segera berhenti. Bokep “Jemari Abang Masuk.., berdenyut lembut di dalam sana. Menyesal karena merasa dirinya terlalu ragu-ragu bertindak.Tak lebih 15 kilometer jauhnya dari kamar tidur Asmirandah, aku juga sedang terlentang sendirian di ranjang besar di kamar tidurku dengan mata nanar memandang langit-langit. Abang.. Bergerak. Bergetar seirama degup jantungku yang tak teratur. Segera aku berbalik badan untuk memandangnya lebih jelas lagi adegan itu. Kenapa jadi begini? “Ehmm.. “Halo Miranda, ini AAbang..”, aku menyapanya.




















