12 laki-laki bertubuh besar dan bertampang seram lalu mengerubungi Kiani.“Silakan dinikmati,” kata si Jaket Hitam yang lantas berbalik keluar dari kerumunan itu.Kiani hanya bisa memandang ketakutan selagi wajah-wajah seram dan bernafsu di sekelilingnya mendekat. Dia terpancing untuk mengikuti gerakan orang yang tadi mau ditembaknya, dan bergerak mengejar menyusuri sela-sela peti. Bokep Erangan dan desahan keluar dari mulut Kiani.“Enak kan, Kiani? Lalu satu tangannya berkacak pinggang sementara tangan satunya memberi isyarat, mengacungkan telunjuk lalu menggoyang-goyangkannya. Begitu seluruh penisnya masuk ke dubur Kiani, si Gondrong bilang ke teman-temannya,“Sempit banget nih bo’olnya! Jangan sombong, non. Suka nggak sama gantinya yang lagi kamu pakai sekarang?”“Kamu…” Kiani berusaha menggertak. Obat penenang ringan yang disuntikkan ke tubuh Kiani cepat bereaksi. Nanti dia kusuruh datang ke sana.”Sayang sekali, Kiani Irawati tidak menyadari bahwa dia telah dijerumuskan oleh atasannya sendiri.






