Pokoknya bayar hari ini juga, atau toko lo gua obrak-abrik!”“Jangan, Bos, jangan sekarang, saya janji saya bakal bayar. Video bokep Sekali lagi gerak, pantat lo kita jebolin!” Dian yang takut mendengar ancaman itu hanya diam saja, sambil mulai menangis. “AAAAAAAAH” teriak Dian sekeras-kerasnya, jauh lebih keras daripada saat dipukuli. Anak sulung saya itu memang dianugerahi badan yang sexy walaupun agak gemuk, namun pantatnya memang sangat montok, seperti mendiang ibunya. Si Kumis yang daritadi hanya menonton pun mulai tergoda untuk ikut menyiksa Dian. Ujung rotan yang agak runcing dan berbelah itu menggores pantat Dian sehingga menimbulkan lecet dan memar. Dengan kasar mereka melucuti pakaian Felia dan melemparnya ke arahku. Lagipula dia sudah tidak perawan.” kataku, berusaha untuk berbohong.Si hitam hanya tertawa mendengar kebohongan saya. “Jangan bergerak lo, masih bagus kita gak perkosa!




















