Tak kuhiraukan rintihan Mbak Narsih, dia menangis seperti malam-malam dulu ketika bersama Mas Pras. Video bokep kompor menyala besaar sekali. Sambil berlutut kusodokkan lagi senjataku ke sana. Sama sekali tidak terlihat galak dan judesnya. Rumah kontrakan sempit hanya ada tiga kamar. Kugosok anusnya dengan sabun, lalu kemaluannya secukupnya, kemudian kubilas lagi dengan semprotan air wangi tadi.. Dia juga bintang lapangan basket. Untung Mbak Narsih malah cerita kalau aku ternyata pinter masak. Aku keluar saja. Aku cuma senyum saja. Telapak tangan melepuh, membuat dia menyadari bahwa saat itu, aku diperlukan, selama Mas Pras belum pulang. Sok tau.. Setaun kemudian aku lulus SMP Saat itu Mbak Narsih melahirkan. Melihat kemontokannya terasa celanaku jadi sempit. Masih sakit, Mbak? Karena aku tidak bisa benafas aku mencoba melepaskan diri.




















