Ia menoleh dan menatapku dengan heran. Lonjakan-lonjakan jantungku membuat mataku terpejam. Bokep “Baiklah,” ucapnya, “ke sini. Kupejamkan mataku, menghisap buah dadanya, dan memainkan jemariku. Kutarik bra-nya ke bawah, lalu dengan rasa yang tak karuan kukecup puting buah dadanya. Terus terang saja, ia membuatku tertarik. Ia tertawa. Atau aku pakai baju lagi.” Mengerang, kutarik tubuhku. Di depan mataku, saat ia membuka pahanya, kulihat sesuatu yang membuatku terpana sesaat. “Jangan. Nafasnya masih terengah. Ia membalikkan tubuh dan membungkuk. Kini keinginanku menjadi kenyataan. Aku tak bermaksud membuatmu tersinggung.”
Ia menatapku. Kubalikkan tubuhku dengan kesal, lalu melangkah kembali ke sofa. Terus terang saja, aku benar-benar jengkel. Sudah sering kudengar tentang hal ini dari canda teman-temanku. “Aku suka,” bisiknya sekali lagi. Mendesah dan mengerang.




















